Pendahuluan
Kabupaten Belu adalah sebuah kabupaten yang terletak di dataran antara RI Timorleste. Lebih jelas lagi dikatakan bahwa ada hubungan yang sangat kuat, baik hubungan emosi juga hubungan kekeluargaan antara orang Belu dan orang Timor Leste. melalui kawin mawin yang sudah berlangsung sejak berabad-abad yang lalu, tetapi juga melalui bahasa yang sama. Bahasa Tetum-Portugis, yang kini menjadi bahasa utama di Timor Leste, merupakan hasil simbiosis antara bahasa Tetum Terik di wilayah Belu dengan bahasa Portugis yang telah berlangsung sejak abad 15 yaitu ketika Portugis untuk pertama kalinya mendarat di Lifao, Oecusse, TimorLeste.
Selain bahasa-bahasa di Belu bagian utara seperti bahasa marai, dan kemak juga dipakai di daerah malaina dan bobonaro yang merupakan kerabat, satu turunan. Hubungan kawin mawin antara orang-orang Belu dengan orang timor leste yang berlangsung berabada-abad, telah ikut mengurangi potensi konflik yang besar antara warga kedua negara yang berbeda itu. Demikian juga hubungan kekerabatan antara wilayah Oekucusee dengan Belu dilakukan dengan upaya perkawinan, dengan tercatat pada abad 18 di buku permandian Atapupu, bahwa ada pernikahan antara Raja Jenili dengan puteri raja Oecusse, Dona da Costa. Melalui hubungan ini, juga telah terjalin harmonisasi sejak berabad-abad dan masyarakat berhasil memelihara kehidupannya tanpa mengalami kesulitan yang berarti. Melalui tulisan ini, akan dibahas tentang kabupaten Belu, sejarah, kekininan dan masa depan.
Kabupaten Belu
Asal-Usul Nama Belu
Kata Belu sendiri ditafsirkan berasal dari 2 kata. Pertama, berasal dari kata bahasa tetum yakni, belu yang berarti teman dan sahabat. kata ini diberikan karena konon suku belu , sangat ramah, terbuka dan mudah sekali bergaul dengan sesamanya. Kedua, Kata Belu, berasal dari kata melus, yakni sebutan bagi orang-orang yang suka berperang hingga ke dataran wilayah atoni.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar